Saturday

Halo Adik.



Selamat datang S!

Kamu tau siklus keadaan sekre? Biar ku beri bocoran dua di antara sekian banyaknya: datang-pergi dan rajin-malas. Itulah keadaan sekre.

Sesaat sebelum kalian datang, beberapa penghuni sekre menyelesaikan studinya, untuk kemudian pergi meninggalkan sekre. Namun sekre tidak pernah mengeluh. Karena mungkin ia tahu, pasti ia akan diisi dengan orang-orang yang tak kalah seru. Ternyata benar, saat kalian datang, sekre kembali diwarnai dengan warna-warni baru yang tak kalah menarik dari penghuni-penghuni sebelumnya. Mungkin kami, penghuni sekre sebelumnya masih belum bisa move on dengan penghuni-penghuni yang telah meninggalkan sekre, sibuk menyamakan kalian dengan penghuni-penghuni lainnya. Maafkan.

Siklus selanjutnya adalah, saat satu penghuni datang ke sekre untuk ber-rajin-rajin ria: membersihkan sekre, mengacak-acak sekre, melakukan sesuatu yang bisa dilakukan, ada penghuni lainnya yang datang ke sekre untuk bermalas-malas ria: tidur, nonton, baca buku, ge-gitar-an, atau mengerjakan tugas lain yang tidak berhubungan dengan ke-sekre-an. Namun ada saatnya pula keadaan berbalik: di saat penghuni rajin menjadi malas, penghuni lainnya menjadi rajin. Itu lah sekre. Itu lah yang membuat kita penghuninya saling mengisi, saling memaksa, namun saling menerima.

Selamat bergabung di tempat, dimana kalian akan belajar ikhlas saat rokok kalian dipatahkan oleh orang yang iseng atau saat-saat korek kalian hilang diambil curanrek atau saat-saat tempat minum kalian berubah jadi tempat ampas kopi dan abu rokok ataupun saat kalian jadi bahan candaan yang lainnya. Untuk yang nggak suka asap rokok, selamat datang di tempat, dimana kalian menjadi kaum minoritas, dan belajar menerima ke-minoritas-an kalian. Untuk yang kesepian, selamat datang di tempat, dimana banyak orang gandeng didalamnya. Untuk yang normal, selamat datang di tempat dimana kalian harus menerima ke-tidak normal-an. Selamat datang di zona yang mungkin berbeda dengan zona kalian sebelumnya. Karena di zona ini, banyak zona-zona lagi di dalamnya. Semoga kalian cepat beradaptasi dengan keadaan yang begitu (sepertinya udah sih)J

BH 287 R

Siapa Aku

Dokumentasi Pubdok BH ETA XVIII

Bersajak mengenai matahari dan bulan
Tak banyak yang dapat mengerti maksudnya
Bersajak mengenai malam dan siang
Tak banyak yang dapat mengerti maksudnya
Bersajak mengenai alam semesta dan alam manusia
Tak banyak yang dapat mengerti maksudnya
Bersajak mengenai alam sadar dan alam bawah sadar
Tak banyak yang dapat mengerti maksudnya
Bersajak mengenai Tuhan dan manusia
Tak banyak yang dapat mengerti maksudnya

Aku di sini bersajak mengenai aku
Aku yang duduk termenung di sela tetumbuhan
Dibelai lembut namun menusuk oleh hawa dingin hutan bitropika
Diraba halus oleh rintik hujan yang menelisik bocornya bivak
Disapa tak henti oleh para penghuni disini, centil
Dihantui menerus oleh fikiran dan perasaan mengenai "siapa aku?"

Tak terhitung langkahku meniti perjalanan kecil ini
Nyanyian ria dan kesah teralun tak kenal waktu
Menahan pilu dan pedih dididik sang alam
Meringkuk dan menggigil disiksa si dingin
Mental ditempa hantaman sang alam
Fikir pun kelu dibuntu si dingin

Disini..
Hanya rupa saudara-saudari ku sepenglihatan
Saling menoleh celingak-celinguk menggeleng mengira-ngira
Bercanda hangat, tertawa kecil
Berjuang bersama, menghapus air mata
Kebersamaan yang lalu sirna ketika datang "siapa aku?" berujung sendiri duduk termenung

Hingga akhirnya lamunan terhenti
Tak mengenal kata nanti
Si kami menangis saling bergandeng tangan
Saat dimana si kami mencapai titik pergantian
Pergantian antara "siapa aku?" menjadi "siapa kami?"
Saat dimana kaki si kami menghentak tanah tak segan
Saat dimana tangan si kami mengepal tak gentar
Saat dimana mata si kami menajam tak sayu
Saat dimana hati si kami bergetar tak henti
Tersua teriakan "Kami BLUE HIKERS"

Ini lah sajak yang ku tulis tentang aku
Berkiaskan aku yang menulis sebuah sajak
Sajak tentang matahari dan bulan
Sajak tentang malam dan siang
Sajak tentang alam semesta dan alam manusia
Sajak tentang alam sadar dan alam bawah sadar

dan Sajak tentang Tuhan dan manusia

Oleh Yusman S. Arafat [AM BH 14 S]
Jatinangor, 16 Februari 2017
Tulisan mengenai perasaan ketika mengikuti BH ETA XVIII

Monday

Berpendar

http://cerpin.com/wp-content/uploads/2015/05/pemandangan-malam-penuh-bintang-yang-membuatmu-ingin-terus-berada-di-luar-1.jpg
Sumber gambar: http://cerpin.com

Ini kisah tentang sebuah frasa yang belum sempurna,
Yang terhalang keraguan atas keniscayaan semesta.

Kala itu putri malam dan cahaya surga bersama di sana,
Menatap konstelasi cahaya yang berserakan indah di atas tanah-tanah gelap sailendra.

Mereka begitu dekat meski tak hangat,
Hanya ada bisik harap dalam benak cahaya surga tuk memberi cahaya pada sang putri,
Agar ia bersinar penuh,
Menerangi malam-malam yang penuh keluh.

Tapi sang putri hanya menerima cahaya dari sang surya,
Atau mungkin cahaya surga hanya berprasangka,
Prasangka tersebab sang putri malam yang hanya terdiam,
Bias terpendar di angkasa yang dipenuhi kabut malam.

Kini cahaya surga menanti sang putri malam tuk sejenak melihat,
Memberikan setidaknya tanda-tanda isyarat,
Agar cahaya surga tak harus menerus meniti eliptika,
Melangkah bersama harapan tanpa tau ia telah gugur sirna.

Sebab ini adalah sebuah asa,
Tuk menyempurnakan sebuah frasa,
Agar terhapus lebur sebuah inklinasi yang terjadi,
Hingga akhirnya putri malam dan cahaya surga dapat berbagi lelah bersama di kala senja nanti.



Kalibrasi Lintang Selatan
28 oktober 2016

Oleh Bintang Pamungkas [BH 283 Q]

Ascendant


http://4.bp.blogspot.com/-Vsm4dYtxzWc/VisxlAPSNXI/AAAAAAAAAKQ/oTbO-mWQLpk/s640/beautiful-night-sky-with-stars-and-moon-wallpaper-4.jpg
Sumber gambar: http://4.bp.blogspot.com

Bulan purnama yang temaram menarik kelopak-kelopak mawar tuk menari lepas,
Terbang bersama angin malam yang buta bersama rasi columba.

Peringainya lembut mengubah deklinasi,
Hingga tak sadar ascendant pun terjadi,
Memunculkan bekas-bekas luka rindu atau mungkin harapan yang meragu.

Sirius kecil hanya menyaksikan di pojok langit malam,
Terbalut lamunan yang sama,
Saat lingkar hangat tercipta dalam balut aksara.

Lalu ia bertanya,
Apakah bulan selalu hanya merindu mentari?
Atau adakah kesempatan tuk kita saling mendekati,
hingga mencipta sebuah rasi suci yang abadi?



Kalibrasi Lintang Selatan
21 oktober 2016

Oleh Bintang Pamungkas [BH 283 Q]

Thursday

Kita

Hakikatnya batu tak sesempurna air
Begitu pula besi, baja dan seterusnya
Air ada saat api butuh ketenangan
Api ada saat tubuh butuh kehangatan
Keindahan begitu beriring  
Bukan,
Bukan soal air sombong sang api bisa ia taklukkan
Tapi sesadarnya air jikalau api sudah tak karuan
Ketika kutahu matahari dan bulan selalu bernegosiasi saat subuh dan maghrib
Yakin, pasti mereka selalu bertemu
di kala itu bahagiaku mereka akur sampai kini
Sungguh bukan karena aku, kau, mereka, bahkan siapapun
Pasti kita ya kita!  
Tetap percaya kasih tuhan begitu tersirat
Saat di persimpangan ada kalian
Dan yang tadinya aku jadi kita    
Beriringan sampai persimpangan, dan persimpangan selanjutnya.


Oleh Arman Sobary [BH 288 R]

Koin dan Cermin

Dulu kakek bilang,
betapa gagahnya KKO di irian barat
Dulu ayah bilang,
betapa kejamnya soeharto
Tapi ku rasa,
mau KKO atau soeharto tak ada satupun dari mereka yang sadar,
Entah mereka gagah atau kejam
Ini subjektif
Ini prespektif
cuma cara pandangnya saja  
Seperti baju lusuh yang sebenarnya tadi pagi disetrika
Seperti sepatu kotor yang setiap hari selalu disemir
Spekulasi yang tak berdasar realita tak menampik sebuah ujung, juga sebuah penilaian  
Tapi tak salah berfikir seperti koin dengan dua sisi yang berbeda,
Jadi lah cermin tapi tak salah jadi kaca.


Oleh Arman Sobary [BH 288 R]

Wednesday

Milangkala ke 22 Blue Hikers; Tukar [cerita] BH



Blue Hikers adalah sebuah organisasi yang berada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran kampus Jatinangor. Ia merupakan suatu wadah bagi masyarakat Fakultas Ilmu Budaya yang ingin mengenal lebih jauh lagi tentang berkegiatan di alam bebas, namun bukan hanya sebatas itu. Banyak hal yang bisa di lakukan selain melulu soal berkegiatan di alam bebas, seperti contohnya teater, happening Art,  fotografi, dan kegiatan tulis menulis. Nah, tak terasa organisasi yang berdiri pada tanggal 30 september 1994 ini ternyata sudah semakin dewasa dan usianya telah menginjak usia ke - 22 tahun.